Jumat, 27 Desember 2013

Masalah Sosial : PENGANGGURAN



Nama              : Noermalia Andriani
NIM               : C32212088
Dosen             : Muh. Sholihuddin, M. HI
Mata Kuliah    : IAD. IBD, ISD
Hari/Tanggal    : Rabu, 03 Januari 2012
Jurusan            : Muamalah C

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Pengangguran memang masalah telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Pengangguran merupakan masalah sosial bangsa ini yang merugikan, dan tentu saja menimbulkan berbagai dampak negatifnya yaitu munculnya kemiskinan dan kriminalisme dikalangan masyarakat. Pengangguran tidak bisa dilepaskan dari kemiskinan. Pengangguran hanyalah salah satu akibat dari kondisi lain. Agama menyatakan bahwa pentingnya seseorang bekerja lebih keras lagi dalam berbagai bidang usaha. Allah berfirman :
“…… maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekiNya …..” (al Mulk : 15)
Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Inilah salah satu faktor penyebab kemiskinan dan semakin banyaknya pengangguran. Semakin banyaknya PHK juga karena semakin berkembangnya teknologi. Dewasa ini, banyak pabrik yang lebih memilih mengurangi pegawai dan menggantinya dengan alat yang bisa melakukan hal yang sama dengan yang pegawai itu lakukan. Pabrik tersebut ingin mengurangi pengeluaran demi memperbanyak keuntungan.
Kondisi pengangguran di Indonesia diliputi  permasalahan, Permasalahan tersebut antara lain,  (1) Jumlah penduduk besar. Menurut sensus penduduk  tahun 2000 jumlah penduduk Indoonesia 2006, 3 Juta jiwa Jumlah penduduk yang besar sebisanya di imbangi oleh Kesempatan kerja yang luas Artinya seluruh penduduk dapat bekerja dan Memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya . (2) Rasio ketergantungan tinggi. Semakin banyak anggota keluarga yang tidak bekerja, semakin besar Beban tanggungan anggota keluarga yang bekerja. Hal ini tidak menjadi masalah jika pendapatan angota keluarga yang bekerja cukup banyak. namun, tidak semua keluarga di Indonesia hidup berkecukupan, dapat menikmati pendapatanyang tinggi. Angka yang menunjukkan besarnya beban tanggungan dari kelompok usia produktif disebut rasio ketergantungan.
Yang menjadi korban bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak-anak pun menjadi imbas dari pegangguran pada orang tuanya. Masih adanya anak yang putus sekolah karena ketidakmampuan orang tua membayar SPP sekolah yang setiap tahunnya menjadi lebih mahal. Atau lulus dan tidak melanjutkan pendidikannya, akibatnya ia tidak terserap di dunia kerja karena tidak mempunyai ketrampilan yang memadai. Padahal, dalam dunia kerja membutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja.
 Keterbatasan SDM masyarakat ini berdampak juga pada lingkungannya, masyarakat jadi kurang kreatif mengolah SDA yang bisa menjadi sumber mata pencahariannya. Dampak yang lain akibat keterbatasan SDM yang berdampak pada lingkungannya adalah makin maraknya tindak kriminalitas, dan meningkatnya pengemis dan gelandangan.
Faktor lain adalah tingginya jumlah pencari pekerjaan yang tidak sesuai dengan peluang kerja yang tersedia.  Sehingga angka kemiskinan akibat pengangguran semakin meningkat. Banyak dari para penganggur yang mengalami depresi dan stres karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup atau karena dikucilkan oleh masyarakat sekitar.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Persebaran penduduk yang tidak merata. Tinginya kepadatan  penduduk beberapa kota besar di pulau Jawa ini salah satunya karma adanya urbanisasi yaitu arus perpindahan penduduk dari pedesaan ke daerah perkotaan. Mereka pindah dengan berbagai alasan, kepadatan penduduk juga menyebabkan munculnya pemukiman - pemukiman kumuh didaratan sungai dan sepanjang rel kereta api. Sebaliknya banyak tanah kosong diluar pulau Jawa yang belum di Manfaatkan secara optimal. Bahkan banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga seperti guru, petugas kesehatan, dan petugas pemerintahan. Semua itu membutuhkan kesediaan putra-putra daerah untuk membangun daerahnya sendiri.
            Terbatasnya kesempatan kerja. Kesempatan kerja (Employment) adalah banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk angkatan kerja. Semua anggota masyarakat yang sudah dewasa harus mempereoleh kesempatan kerja dan bekerja sesuai bakat keahliannya. Kesempatan kerja ini disediakan oleh rumah tangga, perusahaan, lembaga pemerintah yang memiliki pekerjaan yang belum dikerjakan. Perusahaan mencari tenagakerja dengan berbagai kualifikasi. Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan tergantung besar kecilnya produksi perusahaan.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Akhir-akhir ini pemerintah telah melakukan beberapa cara agar mengatasi angka pengangguran yang semakin tinggi diataranya dengan menambah peluang kerja, menyelenggarakan beberapa pelatihan ketrampilan gratis bagi masyarakat,  pedidikan gratis bagi yang kurang mampu, dan memberikan bantuan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan modal untuk memulai membuka usaha.
Tidak hanya pemerintah saja yang harus berusaha mengatasi pengangguran tapi masyarakat juga berperan penting dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dengan menyediakan peluang kerja bagi orang lain.  Memberi pelatihan bagi orang yang ingin memulai usaha.