Jumat, 27 Desember 2013

Hadist Larangan Menimbun Barang Pokok/ Monopoli Barang.





Menimbun / memonopoli adalah tindakan  menyimpan harta, manfaat atau jasa dan enggan menjual dan memberikannya kepada orang lain, yang mengakibatkan melonjaknya harga pasar secara drastis disebabkan persediaan terbatas atau stok barang hilang sama sekali dari pasar, sedangkan masyarakat, Negara atau pun hewan memerlukan produk, manfaat atau jasa tersebut.
Secara esensi definisi di atas sama, dan dapat difahami bahwa iktikar  yaitu:
1. Membeli barang ketika harga mahal.
2. Menyimpan barang tersebut sehingga kurang persediaannya di pasar.
3. Kurangnya persediaan barang membuat permintaan naik dan harga juga naik.
4. Penimbun menjual barang yang di tahannya  ketika harga telah melonjak.
5. Penimbunan barang menyebabkan rusaknya mekanisme pasar.

Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعِ بْنِ نَضْلَةَ الْعَدَوِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحْتَكِرُ إِلَّا خَاطِئٌ مَرَّتَيْنِ
(Darimi - 2431) Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Khalid telah menceritakan kepada kami 
Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Ibrahim dari Sa'id bin Al Musayyab dari Ma'mar bin Abdullah 
bin Nafi' bin Nadhlah Al 'Adawi, ia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Tidak menimbun kecuali ia akan berdosa." Beliau mengucapkan hingga dua kali.

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ سَالِمٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْجَالِبُ مَرْزُوقٌ وَالْمُحْتَكِرُ مَلْعُونٌ
(Darimi - 2432) Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yusuf dari Israil dari Ali bin Salim 
dari Ali bin Zaid bin Jud'an dari Sa'id bin Al Musayyab dari Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam 
beliau bersabda: "Semoga seorang Importir akan mendapatkan rizqi dan orang yang menimbun semoga 
dilaknat."


Artinya :
“Dari Ma’mar Bin Abdullah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:” Tidaklah orang yang menimbun barang (monopoli) kecuali orang yang bersalah”(HR Muslim).
Dari hadist di atas kata Al-Ihtikar yaitu orang yang membeli makanan dan kebutuhan pokok masyarakat untuk dijula kembali, namun ia menimbun (menyimpan) untuk menunggu kenaikan harga. Ini merupakan pengertian secara terminologi. Monopoli adalah membeli barang perniagaan untuk didagangkan kembali dan menimbunnya agar keberadaaannya sedikit dipasar lalu harganya naik dan tinggi bagi si Pembeli.
Para ulama membegi monopoli kedalam dua jenis :
1.      Monopoli yang haram, yaitu monopoli pada makanan pokok masyarakat, sabda Rasulullah, Riwayat Al-Asram dari Abu Umamah :
أَنْ  النبيُ  صَلى الله عَليهِ  وسلم نهَى أنْ يَحْتكِرُ الطٌعَا مَ
Artinya: “Nabi SAW melarang monopoli makanan”

2.   Monopoli yang diperbolehkkan, yaitu pada suatu yang bukan kepentingan umum, seperti: minyak, lauk pauk, madu, pakaian, hewan ternak, pakan hewan.Sehubungan dengan celaan melakukan penimbunan ini, telah disebutkan sejumlah hadis diantaranya:
- Hadits Umara dari Nabi SAW

مَنْ احْتَكَرَ عَلى  لمُسْلِمِيْنَ  طَعَامُهُمْ  ضَرَبَهُ  اللهُ  بِل اجُذام ِ وَالاِ فْلاَ سِ
Artinya: “Siapa menimbun makanan kaum muslimin, niscaya Allah akan menimpakan penyakit dan kebangkrutan kepadanya.”

- Diriwayatkan Ibnu Majah dengan Sanad Hasan

اَجَالْ لِبُ مَرْزُوْقُ وَالمُحْتَكِرُمَلْعُوْنُ
Artinya : “Orang yang mendatangkan barang akan diberi rezeki dan orang yang menimbun akan dilaknat”

- Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi SAW
مَنِ احْتَكَرَ حُكْرَة ً يُرِيْدُ أنْ يُغَالِيَ بِهَاعَلَى ا لمُسْلِمِيْنَ  فَهُوَ خَطِئَُ
Artinya: “Barang siapa yang menimbun barang terhadap kaum muslimin agar harganya menjadi mahal, maka ia telah melakukan dosa.”
- Dari ibnu Umar, dari Nabi SAW:
مَنْ احْتَكَرَ طَعَمًا أرْبَعِيْنَ لَيْلة  فَقَدْبَرِىءَ مِنَ اللهَ  وَبَرِى ءَ مِنْهُ
Artinya: “Siapa yang menimbun makanan selama empat puluh malam sungguh ia telah terlepas dari Allah dan Allah berlepas dari padanya.”
Para Ahli fiqih (dikutip Drs. Sudirman, M.MA) berpendapat menimbun barang diharamkan dengan syarat:
1.    Barang yang ditimbun melebihi kebutuhan atau dapat dijadikan persediaan untuk satu tahun.
2.    Barang yang ditimbun dalam usaha menungu saat harga naik
3.    Menimbun itu dilakukan saat manusia sangat membutuhkan.




HADIST MENIMBUN DAN MEMONOPOLI
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعِ بْنِ نَضْلَةَ الْعَدَوِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحْتَكِرُ إِلَّا خَاطِئٌ مَرَّتَيْنِ
(Darimi - 2431) Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Khalid telah menceritakan kepada kami 
Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Ibrahim dari Sa'id bin Al Musayyab dari Ma'mar bin Abdullah 
bin Nafi' bin Nadhlah Al 'Adawi, ia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Tidak menimbun kecuali ia akan berdosa." Beliau mengucapkan hingga dua kali.

JALUR SANAD KE - 1



·       Nama Lengkap : Ma'mar bin 'Abdullah bin Nafi' bin Abi Ma'mar Nadlolah
·       Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
·       Kuniyah :
·       Negeri semasa hidup : Madinah
·       Wafat :

ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Shahabat
Adz Dzahabi
Shahabat
·       Nama Lengkap : Sa'id bin Al Musayyab bin Hazan bin Abi Wahab bin 'Amru
·       Kalangan : Tabi'in kalangan tua
·       Kuniyah : Abu Muhammad
·       Negeri semasa hidup : Madinah
·       Wafat : 93 H

ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
Tsiqah
Abu Zur'ah Arrazy
tsiqah Imam
Adz Dzahabi
Imam
Adz Dzahabi
Ahadul A'lam
Adz Dzahabi
tsiqah hujjah
Adz Dzahabi
Ahli Fiqih





·       Nama Lengkap : Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits bin Khalid
·       Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
·       Kuniyah : Abu 'Abdullah
·       Negeri semasa hidup : Madinah
·       Wafat : 120 H

ULAMA
KOMENTAR
Ya'kub Ibnu Syaibah
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah lahu Afrod
Adz Dzahabi
Mereka Mentsiqahkan




·       Nama Lengkap : Muhammad bin Ishaq bin Yasar
·       Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
·       Kuniyah : Abu Bakar
·       Negeri semasa hidup : Madinah
·       Wafat : 150 H




ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
Hasanul Hadits
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Al 'Ajli
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Madini
shalih Wasath
Ibnu Hajar al 'Asqalani
shaduuq Yudallis
·       Nama Lengkap : Ahmad bin Khalid
·       Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa
·       Kuniyah : Abu Sa'id
·       Negeri semasa hidup :
·       Wafat : 214 H

ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ad Daruquthni
la ba`sa bih






ANALISA MATAN
لَا يَحْتَكِرُ إِلَّا خَاطِئٌ مَرَّتَيْنِ
Artinya : “Tidak menimbun kecuali ia akan berdosa." Beliau mengucapkan hingga dua kali.

Hadist Nabi:

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحْتَكِرُ إِلَّا خَاطِئٌ قَالَ إِبْرَاهِيمُ قَالَ مُسْلِم و حَدَّثَنِي بَعْضُ أَصْحَابِنَا عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ أَبِي مَعْمَرٍ أَحَدِ بَنِي عَدِيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ يَحْيَى
(Muslim – 3013 ) Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Amru Al Asy'ats telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma'il dari Muhammad bin 'Ajlan dari Muhammad bin 'Amru bin 'Atha dari Sa'id bin Musayyab dari Ma'mar bin Abdullah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah orang yang menimbun barang, melainkan ia berdosa karenanya." Ibrahim berkata; Muslim berkata; dan telah menceritakan kepadaku sebagian sahabat kami dari Amru bin Aun telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Abdullah dari Amru bin Yahya dari Muhammad bin Amru dari Sa'id bin Musayyab dari Ma'mar bin Abu Ma'mar salah seorang Bani Adi bin Ka'ab, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda….kemudian dia menyebutkan hadits seperti hadits Sulaiman bin Bilal, dari Yahya."